15. Kapan Tidak Digunakan
15. Kapan Tidak Digunakan
-
Butuh kustomisasi pipeline yang sangat dalam: Jika CI perlu menjalankan Docker container, integrasi dengan sistem internal non-standard, atau pipeline yang sangat kompleks — GitHub Actions atau Jenkins lebih cocok. ci_scripts Xcode Cloud terbatas.
-
Monorepo dengan backend + iOS: Jika build iOS harus sinkron dengan build backend di satu pipeline, Xcode Cloud tidak bisa menjadi orchestrator utama. Gunakan sebagai bagian dari pipeline yang lebih besar.
-
Budget sangat terbatas untuk banyak build: Paket gratis 25 jam/bulan habis cepat untuk tim aktif. Jika tim memiliki mac runner sendiri, GitHub Actions self-hosted bisa lebih ekonomis.
-
Perlu akses ke resources internal (VPN, internal registry): Xcode Cloud tidak bisa connect ke jaringan internal perusahaan. Jika perlu artifact dari private registry atau API internal, gunakan CI dengan runner yang bisa diletakkan di jaringan internal.
-
Project non-Apple platform: Xcode Cloud hanya untuk Apple platforms. Untuk cross-platform (React Native, Flutter) yang perlu build Android juga, gunakan CI yang bisa menangani kedua platform.
-
Perlu fine-grained cache control: Xcode Cloud memiliki caching terbatas. Project besar dengan dependency banyak (CocoaPods dengan ratusan pod) mungkin lambat karena tidak ada persistent cache antar build.