17. Ringkasan & Decision Guide
17. Ringkasan & Decision Guide
Decision Tree Utama
| Pertanyaan | → |
|---|---|
| Apakah cukup pakai regex / NSPredicate? | Pakai itu, jangan AI |
| Apakah task adalah klasifikasi image / OCR / object detection? | Vision |
| Apakah task adalah NLP simpel (sentiment, NER)? | Natural Language |
| Apakah task adalah speech recognition? | Speech (on-device mode) |
| Apakah ada model domain-specific yang tersedia/dapat dilatih? | Core ML |
| Apakah butuh structured output dari teks (extraction, summary)? | Foundation Models (kalau device support) |
| Apakah butuh reasoning kompleks / multi-modal advanced? | Cloud LLM (lewat backend proxy) |
| Apakah privacy critical? | On-device wajib (Foundation Models / Core ML / Private Cloud Compute) |
Multi-Tier Strategy Checklist
- Sudah identifikasi privacy requirement?
- Sudah pilih tier yang paling cocok per fitur?
- Sudah siapkan fallback untuk device yang tidak support Apple Intelligence?
- Streaming UX untuk semua response > 1 detik?
- Cache untuk request yang sering berulang?
- Cancellation handling di setiap async AI call?
- Cost estimation kalau pakai cloud LLM?
- Consent flow kalau kirim user content ke cloud?
- Privacy manifest sudah diperbarui?
- Confirmation step untuk action sensitif dari AI?
Anti-Pattern Hit List
- Hardcode API key cloud LLM di app.
- Pakai cloud LLM untuk task yang bisa Vision/NL solve.
- Tidak streaming → user nunggu 3 detik kosong.
- Tidak cancel task AI yang lama saat user navigate away.
- Pakai Foundation Models di iPhone 12 → crash karena tidak support.
- Tidak ada fallback untuk device tanpa Apple Intelligence.
- Send PII (email, phone, alamat) ke cloud AI tanpa consent.
- Eksekusi action destructive (delete, payment) dari AI tanpa confirmation.
- AI sebagai gimmick tanpa value clear ke user.
- Lupa hitung unit economics cloud LLM untuk app freemium.
Apa yang Harus Dipelajari Selanjutnya
foundation-models-guide.md+foundation-models-deep-dive.md— detail Apple on-device LLM.coreml-guide.md+coreml-deep-dive.md— bawa model custom ke device.app-intents-guide.md— expose fitur app ke Apple Intelligence.widgetkit-guide.md— kombinasi widget interaktif + AI.swift-concurrency-isolation-best-practices.md— pattern async/actor yang menjadi backbone integrasi AI yang sehat.
Penutup
AI bukan "fitur tambahan" lagi — ia adalah lapisan baru di app modern. Tapi bukan setiap fitur perlu AI, dan bukan setiap AI perlu LLM cloud raksasa. Pemilihan tier yang tepat menentukan pengalaman user, cost, dan privacy.
Mulai dari tingkat paling rendah piramida (rule-based, framework built-in). Naik ke tier yang lebih tinggi hanya kalau benar-benar butuh capability tambahan. Selalu desain untuk graceful degradation: device lama, no network, AI fail, semuanya harus tetap usable.
Yang membedakan iOS developer "menambahkan AI" dengan "mengintegrasikan AI dengan baik" adalah pemikiran arsitektural sejak hari pertama. Pakai pattern di Bagian 13, terapkan checklist di Bagian 17, dan biarkan AI menjadi penguat — bukan pengganti — desain produk yang sudah baik.