Section 20/202 menit

20. Ringkasan & Decision Guide

20. Ringkasan & Decision Guide

Kebutuhan Framework Kompleksitas
Deteksi wajah/teks/barcode Vision (built-in requests) Rendah
Klasifikasi gambar kategori umum Vision + Core ML (Apple sample models) Rendah
Klasifikasi gambar kategori custom Create ML → Core ML Sedang
OCR dari gambar Vision VNRecognizeTextRequest Rendah
Deteksi bahasa Natural Language NLLanguageRecognizer Rendah
Analisis sentimen umum Natural Language NLTagger Rendah
Analisis sentimen domain-spesifik Create ML Text Classifier → NLModel Sedang
Semantic search / similarity Natural Language NLEmbedding Sedang
Intent detection (chatbot) Create ML Text Classifier Sedang
Klasifikasi suara Sound Analysis + Create ML Sedang
Prediksi tabular (harga, churn) Create ML Tabular Regressor/Classifier Sedang
Generative text, structured output Foundation Models (iOS 18.1+) Rendah
Model custom dari PyTorch/TF coremltools + Core ML Tinggi
Personalisasi on-device MLUpdateTask Tinggi
Real-time video analysis Vision + AVFoundation Tinggi

Mulai dari Mana?

Jika baru mulai: Coba Vision framework untuk deteksi wajah atau OCR — zero setup, langsung bisa jalan dalam 30 menit. Ini memberi intuisi tentang bagaimana ML inference bekerja di iOS.

Jika butuh klasifikasi custom: Buka Create ML app (ada di Xcode), drag-drop folder gambar, train, export. Tidak perlu satu baris kode Python.

Jika butuh generative AI: Foundation Models (LanguageModelSession) tersedia iOS 18.1+ di device yang mendukung Apple Intelligence. Tidak butuh API key atau server.

Jika butuh model dari riset/paper: Pelajari coremltools untuk konversi dari PyTorch/TensorFlow. Ini butuh setup Python environment tapi membuka akses ke ribuan model open-source.

ML di iOS bukan tentang menjadi data scientist — ini tentang tahu framework mana yang solve problem user dengan effort minimal. Mulai dari yang paling built-in, custom hanya ketika diperlukan.